Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Desember 2013
Wirausaha Pembuatan Cabai Giling dalam Kemasan

Cabe giling dalam kemasan adalah olahan pasca panen hasil penggilingan buah cabai segar dengan memberi atau tanpa memberi tambahan bahan pengawet. Ada berbagai bahan pengawet yang bisa ditambahkan, namum umumnya adalah garam dengan konsentrasi 20-30% atau juga memakai asam dan natrium benzoat. Di pasaran, usaha cabe giling masih belum banyak dilakoni dan biasanya belum dikemas dengan baik. Padahal jika dikemas, maka hasilnya lebih higienis, lebih tahan lama dan lebih menarik konsumen. Bagaimanakah melakoni usaha ini? Berikut sekilas uraian usaha pembuatan cabe giling dalam kesmasan.
Alat dan bahan yang perlu dipersiapkan:
Buah cabe yang telah matang, kalsium metabisulfit atau Natrium bisulfit yang berguna sebagai penonaktifan enzim yang menimbulkan reaksi pencoklatan, garam dapur, asam atau pakai natrium benzoat yang bermanfaat untuk pengawetan makanan.
Buah cabe yang telah matang, kalsium metabisulfit atau Natrium bisulfit yang berguna sebagai penonaktifan enzim yang menimbulkan reaksi pencoklatan, garam dapur, asam atau pakai natrium benzoat yang bermanfaat untuk pengawetan makanan.
Alat-alat yang wajib disediakan terdiri dari: mesin penggiling untuk menghaluskan cabai, panci untuk proses blanching (merendam cabe di dalam larutan bisulfit panas), injektor pasta (memasukkan pasta cabai ke dalam kemasan), botol kaca sebagai kemasannya, kompor, mesin segel plastik, dan retort yang berguna untuk mensterilisasikan cabe di dalam kemasan botol.
Proses pembutan cabai giling dalam kemasan:
- Bahan cabe dipilih untuk mendapatkan cabai berkualitas terbaik. Selanjutnya cabe dicuci dan diblanching.
- Setelah diblanching, cabe digiling dengan menambahkan pengawet berupa natrium benzoat 1 gram, garam dapur 100 gram, dan asam sitrat 5 gram untuk 1kg cabe.
- Tahap berikutnya adalah pemanasan. Cabe yang telah digiling dipanaskan dalam wajan sembari diaduk-aduk hingga suhunya mencapai 100°C selama 15-20menit. Api diatur agar tidak membuat cabe menjadi gosong.
- Langkah keempat adalah pengemasan. Botol-botol kaca yang akan dipakai sebagai kemasan direndam di dalam air yang mengandung kaporit 5-10ppm atau sekitar 5-10gr untuk 1 meter kubik air selama kurang lebih 30 menit dengan memakai wadah tahan karat. Botol-botol tersebut disusun secara terbalik di dalam air perendeman, kemudian direbus sampai mendidih. Sedangkan tutup-tutup botol direbus dengan air biasa di dalam wadah yang lain. Untuk mengangkat botol dan tutupnya gunakan alat penjepit dan sebaiknya pakai sarung tangan sebagai isolator panas. Untuk memasukkan cabe giling kedalam botol gunakan injektor pasta. Masukkan cabe giling hingga batas volumenya sampai 1-2 cm di bawah mulut botol. Biarkan tetap terbuka 2-3menit. Gunakan penjepit untuk mengambil tutup botol yang ada di dalam air rebusan. Lalu segera pasangkan pada mulut botol dengan rapat dan kuat. Lakukan proses ini dengan cepat, cermat, dan higienis.
- Proses selanjutnya adalah sterilisasi dengan cera merebus kembali botol-botol yang telah diisi cabai selama 30 menit untuk memusnahkan mikroba perusak. Setelah itu letakkan botol secara terbalik untuk menguji apakah ada cairan cabai yang keluar dari tutup botol.
- Tahap keenam adalah melakukan penyegelan pada tutup botol dengan menggunakan mesin penyegel (sealing machine).
- Tahap terakhir adalah memberi label merek pada badan botol. Cabai dalam kemasan botol pun siap untuk dipasarkan.
Demikian sekilas tentang cara berwira usaha pengolahan cabai giling dalam kemasan. Umumnya bahan pasta cabai tersebut dapat bertahan 2 minggu pada suhu ruangan dan 1 bulan jika disimpan di lemari pendingin. Salam kerja & usaha!!! (sumber: deptan.go.id)
Kamis, 12 Desember 2013
Kutukan Voodoo Dalam Boneka Pelaut
Di Museum Fort East Martello, Florida terpajang sebuah boneka berseragam kelasi Angkatan Laut Amerika awal abad 20 sambil memangku anjing. Robert The Doll, demikian nama boneka ini. Kisah misteri berbalut urband legend menyelimuti keberadaannya, hingga akhirnya harus ditempatkan dalam sebuah museum.

Barbara Weibel
Boneka ini dulu milik seorang pelukis dan penulis Key West, Robert Eugene Otto. Sekitar awal tahun di abad 20 (terdapat banyak pendapat, ada yang menyebut 1896, ada pula 1903 dan 1906) -- di saat Eugene masih kecil, ia diberi hadiah boneka oleh salah seorang pelayan kulit hitam yang sangat senang pada keluarga Otto.
Saking senangnya, Eugene segera menamakan bonekanya Robert. Namun, mulai banyak kejadian aneh dalam keluarga itu. Mulai terdengar suara tawa asing, berbagai kekacauan dan kerusakan, sampai laporan para tetangga yang melihat penampakan mengerikan Robert. Yang paling parah, Robert sepertinya memperbudak Eugene hingga bocah tersebut shock dan ketakutan.
Orang tua Eugene mengatakan mereka sering mendengar anaknya berbicara dengan boneka itu dan bahwa boneka itu tampak berbicara kembali. Meskipun pada awalnya mereka menganggap bahwa Eugene itu hanya menjawab dirinya sendiri dengan suara berubah, mereka kemudian percaya bahwa boneka itu sebenarnya berbicara.
Tetangga mengaku melihat boneka itu bergerak dari jendela ke jendela ketika keluarga itu keluar. Keluarga Otto bersumpah bahwa kadang-kadang boneka itu akan memancarkan tawa menakutkan dan bahwa mereka melihat sekilas berjalan dari kamar ke kamar.
Di malam hari Eugene akan berteriak, dan ketika orang tuanya berlari ke kamar, mereka akan menemukan furnitur terguling dan Eugene di tempat tidur, terlihat sangat takut, memberitahu mereka bahwa "Robert telah berhasil!".

Hingga Eugene dewasa, menjadi seniman, dan akhirnya meninggal pada tahun 1974, boneka itu tertinggal di loteng sampai rumah itu dibeli lagi. Keluarga baru termasuk seorang gadis berusia sepuluh tahun, yang menjadi pemilik baru Robert. Tak lama sebelum gadis itu mulai berteriak di malam hari, mengklaim bahwa Robert pindah sekitar ruangan dan bahkan berusaha untuk menyerangnya berkali-kali.
Akhirnya boneka Robert dipindahkan menjadi koleksi Fort East Martello Museum. Kabarnya, kejadian mengerikan itu terus berlanjut sampai museum tempat tinggal Robert sekarang. Termasuk kisah yang beredar agar tak sembarangan mengambil foto Robert, atau ia akan marah.
Dalam etalase tempat Robert dipajang, berserak surat dari beberapa pengunjung yang merasakan seramnya Robert. Salah satu isi suratnya seperti ini:
Sejak kunjungan kami ke museum, kami banyak dirundung kemalangan.
Saya mengalami sakit gigi yang awalnya jarang terjadi. Dua hari kemudian, angin topan menyerang dan kami harus dievakuasi dari pulau tempat kami berlibur. Adik ipar saya juga terkena masalah pada kesehatannya.
Ipar saya ini tinggal di Clearwater. Setelah banyak masalah yang kami alami selama liburan, akhirnya ia kembali ke rumah... hanya untuk mengalami kejadian harus dievakuasi lagi dari rumahnya. Ia membawa dua kucingnya menuju rumah orang tuanya di Winter Haven dan berakhir buruk karena diserang badai lagi. Keluarga tersebut mengalami dua hari tanpa listrik.
Saat saya tiba di Miami untuk pulang ke Indianapolis, pesawat yang kami tumpangi rusak. Hari berikutnya, saat tiba di Indiana, saya pergi ke dokter gigi. Ternyata gigi ini sudah bengkak hingga harus dirawat hingga akarnya.
Semalam kami megalami badai petir. Rumah kami dihantam kilat - tidak cuma sekali, tapi DUA KALI! Kami mencabut semua aliran listrik, tapi terlambat. 3 pesawat TV rusak berikut cakram satelit (parabola).
Tolong sampaikan ke Robert kalau kami tak bermaksud membuatnya marah dan kami mohon maaf bila kami telah melakukannya. Fotonya tidak mendatangkan kebaikan, walau terlihat ia duduk manis untuk saya. Maukah ia mengambilnya kembali?
Cindy Lye.
Saya mengalami sakit gigi yang awalnya jarang terjadi. Dua hari kemudian, angin topan menyerang dan kami harus dievakuasi dari pulau tempat kami berlibur. Adik ipar saya juga terkena masalah pada kesehatannya.
Ipar saya ini tinggal di Clearwater. Setelah banyak masalah yang kami alami selama liburan, akhirnya ia kembali ke rumah... hanya untuk mengalami kejadian harus dievakuasi lagi dari rumahnya. Ia membawa dua kucingnya menuju rumah orang tuanya di Winter Haven dan berakhir buruk karena diserang badai lagi. Keluarga tersebut mengalami dua hari tanpa listrik.
Saat saya tiba di Miami untuk pulang ke Indianapolis, pesawat yang kami tumpangi rusak. Hari berikutnya, saat tiba di Indiana, saya pergi ke dokter gigi. Ternyata gigi ini sudah bengkak hingga harus dirawat hingga akarnya.
Semalam kami megalami badai petir. Rumah kami dihantam kilat - tidak cuma sekali, tapi DUA KALI! Kami mencabut semua aliran listrik, tapi terlambat. 3 pesawat TV rusak berikut cakram satelit (parabola).
Tolong sampaikan ke Robert kalau kami tak bermaksud membuatnya marah dan kami mohon maaf bila kami telah melakukannya. Fotonya tidak mendatangkan kebaikan, walau terlihat ia duduk manis untuk saya. Maukah ia mengambilnya kembali?
Cindy Lye.
Entah, apakah surat ini benar terjadi. Barbara Weibel, blogger yang juga mengambil foto Robert dan menceritakan isi surat di atas tak melaporkan bencana seperti yang dialami Cindy Lye.
Atau mungkinkah Barbara lebih berhati-hati agar Robert tak marah. Ia sempat melihat seekor kucing yang melintas di dalam museum. Begitu menatap etalase tempat Robert dipajang, kucing itu terlihat takut dan menjauh, tak berani mendekati sang boneka pelaut terkutuk.
Atau mungkinkah Barbara lebih berhati-hati agar Robert tak marah. Ia sempat melihat seekor kucing yang melintas di dalam museum. Begitu menatap etalase tempat Robert dipajang, kucing itu terlihat takut dan menjauh, tak berani mendekati sang boneka pelaut terkutuk.
Sumber:
holeinthedonut
www.robertthedoll
wikipedia
alam-rahasia.
holeinthedonut
www.robertthedoll
wikipedia
alam-rahasia.
Mengagumkan Cara Unik Melukis Dalam Air
Pernahkan kalian mendengar ungkapan, Ibarat melukis di atas air?, yang artinya sesuatu itu mustahil dilakukan. Jika dibayangkan saja, memang kelihatannya mustahil. Tapi, jangan berkecil hati dulu! Karena zaman sudah mulai berubah, hal yang tadinya mustahil kini menjadi tidak mustahil, alias bisa dibuktikan.

Teknik melukis dalam air sebenarnya sudah ditemukan semenjak 15 abad yang lalu, mereka adalah para seniman arab yang ahli dalam membuat kaligrafi. Nah, baru-baru ini di China, seorang seniman telah mendemokan kembali tentang bagaimana melukis dalam air.
Seniman asal China, Zhu Shenghi, dari Xian, Provinsi Shaanxi China, kemudian mengembangkan cara unik yaitu melukis di atas air.
Caranya cukup sederhana, yakni dengan menggunakan alat halus dan nafta (sejenis bahan kimia), dia melukis segala macam bentuk yang aduhai di permukaan air, tetapi air tidak sebenarnya kanvas nyata.
Setelah dia selesai mendesain lukisan, Zhu menempatkan selembar kertas yang menyerap cat dari permukaan air, sehingga menjadi sebuah lukisan biasa tanpa tersentuh oleh peralatan melukis. Penasaran? Ini dia penampakan lukisan keren yang berhasil ia lukis beserta prosesnya.



Berikut ini Videonya :
Sumber :
taukahkamu.com

Teknik melukis dalam air sebenarnya sudah ditemukan semenjak 15 abad yang lalu, mereka adalah para seniman arab yang ahli dalam membuat kaligrafi. Nah, baru-baru ini di China, seorang seniman telah mendemokan kembali tentang bagaimana melukis dalam air.
Seniman asal China, Zhu Shenghi, dari Xian, Provinsi Shaanxi China, kemudian mengembangkan cara unik yaitu melukis di atas air.
Caranya cukup sederhana, yakni dengan menggunakan alat halus dan nafta (sejenis bahan kimia), dia melukis segala macam bentuk yang aduhai di permukaan air, tetapi air tidak sebenarnya kanvas nyata.
Setelah dia selesai mendesain lukisan, Zhu menempatkan selembar kertas yang menyerap cat dari permukaan air, sehingga menjadi sebuah lukisan biasa tanpa tersentuh oleh peralatan melukis. Penasaran? Ini dia penampakan lukisan keren yang berhasil ia lukis beserta prosesnya.



Berikut ini Videonya :
Sumber :
taukahkamu.com
Jumat, 01 November 2013
INDUK BETINA DAN PENGARUHNYA DALAM PETERNAKAN KENARI
| tipskenari INDUK BETINA DAN PENGARUHNYA DALAM PETERNAKAN KENARI |
Tulisan pak Kian Sing seputar kenari sangat bermanfaat bagi pecinta kenari, walau saya tidak mengenal beliau saya berpendapat bahwa beliau sangat pakar dalam dunia perkenarian. Oleh sebab itu tanpa sepengetahuan beliau saya memberanikan diri untuk mencuplik semua tulisan-tulisannya, semoga beliau berkenan dan ilmu yang dibagikan untuk kita semua menjadi amal untuk beliau.
Beberapa minggu yang lalu saya membaca literatur luar negeri tulisan seorang juri kenari, Mr. Tell Muhlestein. Saya kira bacaan ini perlu saya terjemahkan dan dibagikan ke hobiis burung kenari di tanah air, khususnya para peternak yang mendalami teknik berternak untuk mendapatkan kenari penyanyi (selanjutnya saya sebut kenari) yang baik. Pertama kali saya tertarik dengan judulnya yaitu "Females Influence on the Roller Canary Song” karena disebutkan sebagai Kenari jenis Roller, walau jenis nyanyiannya berbeda dengan kenari Indonesia tetapi pada dasarnya adalah tipe kenari yang dipelihara untuk didengarkan kicauannya, sama seperti kenari di Indonesia.
Banyak peternak yang tidak memahami arti penting seekor burung betina, karena individu betina tidak berkicau sehingga tidak terlihat apakah kenari tersebut sebagai pembawa gen penyanyi yang baik atau tidak. Secara genetis terbukti bahwa kenari betina berpotensi sebagai induk yang akan menentukan kualitas nyayian anakannya.
Beberapa peternak membeli kenari jantan yang bagus untuk dijodohkan dengan seekor kenari betina, dengan tujuan untuk mendapatkan anakan yang berjenis kelamin jantan yang berkualitas bagus seperti bapaknya. Seringkali peternak akan mengatakan bahwa „Betinanya tidak cocok dengan si jantan!“ karena anakan yang dihasilkan yang berjenis kelamin jantan tidak berkualitas bagus seperti bapaknya. Peternak tersebut menjadi putus asa dan akhirnya menjual seluruh anakan dari betina tersebut, tanpa menyadari bahwa anakan yang berjenis kelamin betina yang ikut terjual sebenarnya membawa potensi yang bagus untuk menghasilkan anakan jantan yang bagus di masa depan.
Burung berjenis kelamin betina mempunyai kromosom Z W yang berperan penting untuk menentukan jenis kelamin anakannya. Burung betina akan menghasilkan anakan yang berjenis kelamin betina dengan meneruskan kromosom W dan menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan dengan meneruskan kromosom Z. Dengan meneruskan kromosom Z ke keturunan yang berjenis kelamin jantan berarti betina tersebut mewariskan nyanyian indah yang berasal dari „ayah si betina“ ke anak jantannya.
Untuk memperbaiki garis keturunan yang bagus/menghasilkan anakan yang bagus, maka diperlukan seekor kenari jantan yang berkualitas bagus. Hasil perkawinan betina dengan pejantan yang bagus tidak selalu dapat menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan yang hebat seperti ayahnya. Akan tetapi anakan yang berjenis kelamin betina yang berasal dari pejantan yang bagus mempunyai potensi sebagai induk yang baik untuk menghasilkan pejantan yang bagus, meskipun saudaranya mungkin jelek.
Banyak peternak kenari yang tidak memberi kesempatan pada betinanya untuk memperbaiki garis keturunannya. Ketika kenari betina menghasilkan keturunan seekor kenari jantan yang mempunyai kualitas nyanyian yang jelek, hal ini tidak berarti bahwa betina tersebut tidak mempunyai potensi untuk menghasilkan keturunan yang baik. Semua kenari, baik yang berjenis kelamin jantan ataupun betina, pasti membawa gen yang baik atau buruk. Sebagai contoh, di dalam sebuah sarang dengan 4 anakan akan memiliki kualitas yang berbeda-beda, mungkin hanya satu atau dua ekor anakan tersebut yang bagus kualitas suaranya, dan yang lainnya mungkin memiliki kualitas suara yang cukup atau bahkan jelek.
Sifat-sifat dari nenek moyangnya berperan penting dalam proses menghasilkan keturunan. Sebagai contoh: individual yang hebat mungkin dapat menghasilkan anakan yang berkualitas jelek, akan tetapi harus diingat bahwa individu betina mewarisi kromosom Z yang berasal dari bapaknya yang membawa kualitas nyanyian yang bagus atau buruk. Sangatlah bijaksana bila peternak memilih kenari betina bukan dari kualitas nyanyian saudaranya tetapi dari kualitas nyanyian bapaknya.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa kota Roma tidak dibangun dalam satu hari, hal ini memberikan pengertian bahwa untuk mendapatkan keturunan kenari dengan kualitas kicauan yang hebat tidak dapat dihasilkan dari hasil sekali penjodohan atau beternak dalam semusim. Peternak yang baik mempunyai tujuan dan rencana waktu penjodohan. Memperbaiki kualitas burung di peternakannya, haruslah menjadi tujuan utama seorang peternak, untuk itu dia harus membuat pilihan yang bijaksana dalam menentukan jenis/ras apa yang akan digunakan untuk memperbaiki mutu. Kemudian dia harus bersabar untuk melanjutkan beberapa keturunan sampai dia menemukan garis keturunan yang benar atau dirasa cocok dan terus berkonsentrasi sampai diperlukannya lagi individu baru untuk memperbaiki keturunan. Seorang peternak yang baik tentu saja mempunyai beberapa pilihan penjodohan untuk perbaikan mutu, untuk penjodohan yang akan datang.
oleh: Kian Sing
Label:
betina,
dalam,
dan,
induk,
kenari,
pengaruhnya,
peternakan
Rabu, 23 Oktober 2013
Ahli Waris dalam Islam
Hukum Waris adalah suatu hukum yang mengatur peninggalan harta seseorang yang telah meninggal dunia diberikan kepada yang berhak, seperti keluarga dan masyarakat yang lebih berhak.
Hukum Waris yang berlaku di Indonesia ada tiga yakni: Hukum Waris Adat, Hukum Waris Islam dan Hukum Waris Perdata. Setiap daerah memiliki hukum yang berbeda-beda sesuai dengan sistem kekerababatan yang mereka anut.
Hukum Waris Islam
Hukum Waris Islam adalah suatu hukum yang mengatur pembagian harta peninggalan seseorang yang berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Sumber utama dalam Hukum Waris Islam adalah Al Quran surat An-Nisa ayat 11-12,
BAHAR DAN LITRA
bahar katam adalah anggota keluarga yang memiliki hak atas harta peninggalan seorang yang meninggal dunia, yaitu :
- Laki-laki :
- Anak laki-laki
- Cucu laki-laki dari anak laki-laki
- Ayah
- Kakek / ayahnya ayah
- Saudara kandung
- Anak laki-laki dari saudara laki-laki
- Suami
- Paman
- Anak dari paman laki-laki
- Laki-laki yang memerdekakan budak
- Perempuan :
- Anak perempuan
- Cucu perempuan dari anak laki-laki
- Ibu
- Nenek
- Saudari kandung
- Istri
- Wanita yang memerdekakan budak
Langganan:
Postingan (Atom)