Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nafsu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2013

5 Perbedaan Cinta dan Nafsu


Ini dia 5 Perbedaan cinta dan nafsu. Cara mudah membedakan cinta dan nafsu agar tidak terkecoh. Sering sekali kita mendengar ada orang bertanya "apa perbedaan antara cinta dan nafsu?". "Bagaimana membedakan antara cinta dan nafsu?. atau yang lebih parah "cinta dan nafsu itu sama nggak sih?"
Bagi sebagian orang, mereka mengatakan cinta dan nafsu itu sama saja. Tapi tidak menurut saya. Buat saya pribadi cinta dan nafsu jelas dua hal yang berbeda. Meski perbedaannya sangat tipis, mungkin itu yang membuat orang sering terkecoh, tidak bisa membedakan mana nafsu, mana cinta..?

Lalu apa sebenarnya perbedaan antara nafsu dan cinta..?

5 Perbedaan antara cinta dan nafsu

1. Cinta itu membahagiakan, Nafsu itu membahaykan
Cinta yang sebenarnya selalu menunjukkan jalan atau arah menuju kebahagiaan bagi orang-orang yang menjalaninya. Seorang pecinta yang sudah menemukan dan memahami makna cinta sejati dalam dirinya akan berada pada kondisi yang membahagiakan. Sebaliknya, orang-orang yang terkecoh dengan nafsu dan menganggap nafsu adalah cinta akan berada dalam kondisi yang membahayakan. Kita tidak bisa memungkiri, di mana ada kebaikan, di situlah setan menggoda manusia agar terjerumus ke dalam keburukan.

Cinta dan nafsu seperti dua sisi dari mata uang yang sama. Cinta adalah sisi positif, nafsu adalah sisi negatif dan uang itu adalah hubungan. Seseorang yang mencintai pasangannya dengan sebenar-benarnya cinta akan mengarahkan hubungannya menuju kebahagiaan sejati dengan cara menjaga dan menyayangi pasangannya. Tanpa bermaksud untuk merusak dan menyakiti. Lain halnya dengan orang-orang yang menjalin hubungan dengan landasan nafsu, mereka akan membawa hubungannya kearah kebahagiaan yang semu dan hanya berorientasi pada fisik, dalam hal ini sex. Yang justru akan menjerumuskan mereka ke dalam situasi yang membahayakan.

Coba deh, kita meluangkan waktu untuk berfikir sejenak. Apakah hubungan yang sedang kita jalani dengan pasangan sekarang ini berorientasi pada kebahagiaan sejati atau hanya kebahagiaan duniawi yang semu..? Hanya kamu yang tahu jawabannya.

2. Cinta bikin kita ketawa, Nafsu bikin kita kecewa
Kalau diibaratkan hubungan seperti sawah, maka cinta adalah padi dan nafsu adalah rumput liar. Nah, ketika ketika seseorang menanam padi (cinta) di sawah (hubungan) maka secara otomatis akan tumbuh juga rumput liiar (nafsu). Kalau orang itu sudah mengetahui dan memahami apa itu padi (apa itu cinta), maka dia akan segera memangkas rumput liar itu (nafsu) yang tumbuh di sawahnya (hubungan). Ketika tiba masa panen, orang ini akan menuai hasil sawahnya (hubungan) yang ditanami padi (cinta) itu tadi berupa buah padi (kebahagiaan). Lain dengan orang-orang yang terkecoh yang menyangka rumput liar (nafsu) sebagai padi (cinta). Mereka akan memelihara rumput liar (nafsu) dan tanaman padinya (cinta) akan mati. Pada saat panen, tentu yang mereka dapat hanyalah sekarung rumput liar (nafsu) yang tidak enak dimakan (kekecewaan).

Di sinilah kita perlu brtanya kepada hati kita sendiri, apakah hubungan yang kita jalani dengan pasangan sudah bisa membuat kita ketawa atau hanya serangkaian kekecewaan yang kita dapat..? Kalau yang kita dapat hanya kecewa dan kecewa, ada baiknya untuk kita mengkaji ulang, apakah apakah hubungan yang kita jalani berlandaskan cinta atau nafsu..?

3. Cinta selalu ingin memberi, Nafsu hanya ingin diberi
Saya rasa maksud dari poin ketiga ini sudah jelas. Cinta adalah memberi. Ketika seseorang menjalin hubungan atas dasar cinta maka hal pertama yang dilakukannya adalah memberikan yang terbaik kepada pasangannya, bukan ingin diberi. Logikanya, kalau kita dan pasangan sama-sama ingin memberi (kita ingin memberi kepada pasangan dan pasangan ingin memberi kepada kita) secara otomatis keduanya akan menerima. Tapi kalau kita dan pasangannya inginnya diberi (pasangan ingin diberi dan kita juga ingin diberi) lalu siapa yang akan memberi..? Pada akhirnya yang terjadi justru tidak ada yang akan diberi karena tidak ada yang ingin memberi. Coba dipikirkan lagi..!

4. Cinta ingin menyayangi, Nafsu ingin menggerayangi
Hayo...!!!!
Bagaimana cara kamu memperlakukan pasanganmu?
Dan bagaimana cara pasanganmu memperlakukan kamu?
Ini adalah cara termudah untuk membedakan mana cinta, mana nafsu..?

Landasan seseorang dalam menjalin hubungan akan sangat menentukan pada bagaimana cara orang tersebut memperlakukan pasangannya. Orang yang menjalin hubungan dengan landasan cinta akan senantiasa memperlakukan pasangannya dengan cara-cara yang baik. Menjaga, menyayangi, memperhatikan dan selalu memberikan yang terbaik. Sebaliknya orang orang yang menjalin hubungan karena nafsu cenderung memperlakukan pasangan ke arah fisik. Setiap kali bertemu, inginnya menciumi dan diciumi, setiap kali berdua inginnya dipeluk dan memeluk, digerayangi dan menggerayangi, dan yang lebih parah lagi kalau sampai kearah hubungan sex. Waaaah..., bahaya, bahaya...!!!

5. Cinta yang terbaik, Nafsu yang terbalik
Cinta selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan dan selalu memperlakukan pasangan dengan cara-cara yang baik. Bagaimana dengan nafsu..? Sebaliknya, nafsu selalu ingin diberi dan cenderung memperlakukan pasangan ke arah yang menyesatkan.

Nah, semoga bahasan diatas bisa memberi kita sedikit gambaran mengenai perbedaan antara nafsu dan cinta. Sehingga kita semua tidak terjerumus kedalam hubungan yang penuh nafsu.

NB: Artikel ini ditujukan kepada para remaja atau yang sedang menjalani hubungan pacaran. Tentu ada perbedaan mengenai istilah nafsu bagi mereka yang sudah menikah/hubungan yang sah menurut hukum dan agama.
Read More..

Kamis, 24 Oktober 2013

Nasehat Nafsu Iblis Jelita

! -Nasehat Nafsu Iblis Jelita ,Aku menjelma, menjadi apa dan siapa saja yang kamu takuti. Dandananku terkadang tak membuatmu senang, tapi adakalanya aku terlihat menawan. Aku ingin menjeratmu, mengelabuimu, menyeretmu kepada yang ku mau. Aku menjebakmu, menarikmu kedalam sekapanku. Aku membuatmu takut dan semakin penasaran.

Tak perlu kau tanyakan aku pada sesamamu, kalian sama-sama tak tahu.

Kalian bebeda persepsi, dan hanya akan saling beradu argumentasi.
Sekian dari beberapa yang pernah aku temui hanya memandang wajahku.
Hanya membayangkan betapa senangnya bisa bersamaku, betapa galaunya hati merindu, tapi tetap saja mereka tak tahu aku.
Hmmm, Andai saja kalian tahu. Aku tak seindah itu, juga tak sehina itu. Bahkan hanya sekedar menjadi bahan onanimu.

Dulu, aku juga sepertimu. Membahas pesonamu yang tak kunjung hengkang dari langit-langit kamarku. Tapi itu dulu, sekarang aku hanyalah debu. Ya, debu yang diangkat dan dimuliakan oleh kata “aku”.
Bagaimana mungkin kamu tak bisa yakin kepadaku? Aku mensejarahkan semuanya dalam tinta emas kehidupanku. Lalu, kenapa kau masih belum menurutiku? Sudahlah jauhi aku. Bedakan mana itu aku mana itu nafsu.


Tapi, aku tetap tak menyalahkanmu. Karena kau masih lugu, layaknya aku beberapa waktu lalu. Sebelum menjadi debu.
Semua hanya indah di awal, belum tentu yang berada jauh dibelakang. Mengawali sesuatu dengan baik adalah sesuatu yang penting. Namun akan jauh lebih penting lagi jika mengakhiri semuanya dengan baik. Sebab akhir yang jelas lebih utama daripada awal yang belum pasti kesudahannya. Sudahlah, dengarkan aku. Jangan latah katakan suka itu cinta. Dan bedakan juga antara aku dan nafsu.

Aku hanya mengingatkanmu, bukan ingin mengibulimu apalagi mengguruimu. Aku tak ingin kalian jatuh dan hancur layaknya aku dulu sebelum menjadi debu. Berhati-hatilah atau terjerembab jatuh hati kepadaku.




Berdiriku disini hanya untukmu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu

Dalam hati kecil ku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu

Aku ‘kan ada untuk dirimu
Dan bertahan untukmu

Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukku
Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku

Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukku
Tertulis puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku

Semoga semua ini berarti buat cermin diri


Read More..